Lawan sepi
Sekali dalam dua minggu, Closson menyatukan komunitas Moore Park untuk mengulas seni. Dia sudah mengajarkan kursus kritik seni terhadap sekelompok orang-orang dari segala usia, dari anak-anak sekolah sampai usia (tua).
Dia berkata menemukan serta membentuk kelompok orang-orang yg beragam merupakan sesuatu yg sengaja ia garap. “Sangat mudah untuk menemukan kelompok di mana semua orang-orang berpikir faktor yg sama, namun penting untuk menyatukan semua usia, semua performa serta keterampilan, untuk bisa berkomunikasi – dunia lumayan memecah belah,” kata Closson.
Dia mengawali grup untuk menolong melawan kesepian yg dirinya rasakan seusai meninggalkan rekan-rekannya di Amerika Serikat. Closson berkata dirinya percaya kesepian itu normal, namun satu-satunya penawar wajib keluar serta melakukan sesuatu.
“Membuat grup yg saya suka, daerah aman yg akan membikin kita terlibat serta tak semua berpikir sama merupakan tutorial saya untuk keluar dari rumah saya serta keluar dari pikiran saya. Kadang-kadang kita wajib mematikan Facebook, alias Twitter, alias apa pun, serta berangkat serta berjumpa seseorang, “katanya.

Baca juga : IELTS Practice Test, TOEFL Listening Exercises, TOEFL Writing

Gunakan media sosial
Konsultan bisnis, Ellie Di Fiore, sudah mengambarkan bahwa media umum bisa menjadi solusi untuk kesepian. Di Fiore menghabiskan sebagian besar hidupnya di Adelaide namun pindah ke Coral Cove di pantai Bundaberg awal tahun ini.
Bekerja dari rumah serta tak mempunyai anak, dirinya tahu dirinya akan susah untuk berjumpa dengan orang-orang, sehingga dirinya memutuskan untuk menjadi online proaktif. “Kami pindah ke sini pada 3 Februari. Pada tanggal 8 Maret, saya berjumpa tiga wanita online yg kini saya katakan merupakan kawan dekat saya,” kata Di Fiore.
Di Fiore semakin membangun komunitas online wanita di Facebook, yg menjadi baginda rumah pertemuan sosial rutin.
“Saya mengawali grup” The Real Housewives of Bundaberg “untuk mendorong perempuan di komunitas supaya terhubung, tak hanya online namun juga nyata melewati pertemuan,” katanya.
Ini bukan kali pertama Di Fiore memakai media umum untuk mencari teman. Dua tahun lalu dikala dirinya pindah dengan suaminya ke Melbourne, Di Fiore juga memakai platform online untuk terhubung dengan orang-orang di lingkungan barunya.
“Di Melbourne, saya memakai Melbourne Exchange untuk beriklan, mengatakan, ‘Ini merupakan siapa saya.’ Kami mempunyai seekor anjing kemudian (dan) saya mencari seorang kawan untuk berlangsung dengan anjing saya serta minum kopi bersama,” katanya.
Di Fiore, perbedaan antara dua pengalaman itu sangat menarik. “Saya butuh 10 bulan untuk membentuk kelompok persahabatan di Melbourne, di mana saya membentuknya dalam tiga minggu,” katanya.
Di Fiore, grup Facebook yg ia mulai di Bundaberg sudah melampaui harapannya. “Saya memperkirakan, mungkin 30 wanita, saya tak berharap mendekati 600, yg merupakan no kami sekarang,” katanya.
Di Fiore berkata salah satu yg akan terjadi paling baik dari mengawali grup ini sudah menolong menghubungkan orang. “Beberapa wanita merasa semacam mereka memperoleh dukungan yg mereka cari,” katanya.

Buat sekelompok orang-orang tua
Gabrielle Wood tahu apa yg dirinya suka kehilangan dukungan. Dia baru saja tinggal di Bundaberg selagi berbagai bulan selagi kehamilan. Dia akan menjadi bunda untuk pertama kalinya serta merasa takut, khususnya sebab keluarga serta teman-temannya sedang berangkat di London.
“Saya di rumah serta pasangan saya bekerja, sehingga tenang,” katanya.
Wood berkata butuh berbulan-bulan untuk berjumpa ibu-ibu lain sebab tak tidak sedikit kelas bayi alias kesempatan yg ditawarkan di Bundaberg.
“Tidak ada tak sedikit pilihan, namun kelompok bermain untuk anak-anak yg lebih besar, saya menemukan bahwa pada tahun pertama saya memperlukan orang-orang untuk memperoleh dukungan,” katanya.
Wood berkata dirinya mulai melakukan tak sedikit permainan motor di rumah dengan putranya Lucas, namun memutuskan mereka akan menikmati lebih tak sedikit apabila ada orang-orang lain yg bergabung. Dia juga mulai mengajak orang-orang ke rumahnya serta melakukan kelas anak-anak untuk menikmati mainan sensorik dengan bahan-bahan semacam pasir, lumpur, cat, lendir serta jeli.
“Saya menyadari orang-orang sangat menikmatinya serta mereka tak ingin melakukannya di rumah sebab saya tak keberatan, saya pikir ini mungkin tutorial yg baik untuk menolong orang-orang lain yg butuh berjumpa orang-orang lain,” kata Wood.

Begini Cara Untuk Memulai Pertemanan Di Lingkungan Yang Baru