Fred Weston diambil dari Kasmir (2008 : 129) : mengatakan kalau rasio likuiditas (liquidity ratio) adalah rasio yang melukiskan kekuatan perusahaan dalam penuhi keharusan (utang) periode pendek.

Pengertian Rasio Likuiditas

Dipakai untuk melukiskan seberapa likuidnya satu perusahaan dan kekuatan perusahaan untuk merampungkan keharusan periode pendek dengan memakai aktiva lancar.

Dengan kata lain, rasio ini dipakai untuk mengukur kekuatan perusahaan untuk membayar keharusan yang selekasnya jatuh tempo.

Utamanya likuiditas bisa diliat dengan memperhitungkan efek dari ketidak dapatan perusahaan penuhi keharusan periode pendeknya.

Kurangnya likuiditas menghambat perusahaan untuk peroleh keuntungan dari potongan harga atau juga peluang memperoleh keuntungan, juga bermakna pembatasan peluang dan juga aksi manajemen.

Permasalahan likuiditas yang lebih kronis mencerminkan ketidak dapatan perusahaan untuk penuhi keharusan lancar.

Permasalahan ini bisa menghadap pada penjualan investasi dan juga aktiva dengan sangat terpaksa, dan juga bukanlah menghadap pada insolvensi dan juga kebangkrutan, hingga bila satu perusahaan tidak berhasil penuhi keharusan lancarnya, jadi keberlangsungan usahanya dipertanyakan.

Dengan kata lain kesehatan satu perusahaan yang dicerminkan dengan tingginya rumus likuiditas (diukur dengan current ratio) diinginkan terkait dengan luasnya tingkat pengungkapan (Wallace : 1994).

Namun demikian sebaliknya bila likuiditas dilihat sebagai ukuran kemampuan, perusahaan yang memiliki rasio likuiditas rendah butuh memberi info yang lebih detil untuk menerangkan rendahnya kemampuan di banding perusahaan yang memiliki rasio likuiditas yang tinggi.

Rasio ini tunjukkan sejauh mana aktiva lancar bisa dipakai untuk menutupi keharusan periode pendek/hutang lancar.

Makin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar jadi makin tinggi kekuatan perusahaan menutupi keharusan periode pendek.

Jika current ratio 1 : 1 atau juga 100% bermakna kalau aktiva lancar bisa menutupi semuanya hutang lancar.

Rasio ini lebih aman bila ada di atas satu atau juga di atas 100% artinya aktiva lancar bakal dapat membayar keharusan lancarnya tanpa ada mengganggu operasi perusahaan.

Current ratio 200% terkadang diperhitungkan sebagai current ratio yang memuaskan untuk perusahaan industri atau juga perusahaan komersil, tengah untuk perusahaan penghasil layanan seperti perusahaan listrik dan juga hotel angka 100% disebutkan telah memenuhi.

Current ratio yang tinggi mungkin saja tunjukkan ada duit kas yang terlalu berlebih di banding dengan tingkat keperluan atau juga ada unsur aktiva lancar yang rendah likuiditasnya (seperti persediaan) yang berlebih-lebihan.

Current ratio yang tinggi itu memanglah baik dari pojok pandang creditur, namun dari pojok pandang pemegang saham kurang untungkan lantaran aktiva lancar tak didaya pakai dengan cara efisien.

Demikian sebaliknya current ratio yang rendah lebih rawan, namun tunjukkan kalau manajemen sudah menjalankan aktiva lancar dengan cara efisien.

Saldo kas di buat minimal sesuai sama keperluan dan juga tingkat rotasi piutang dan juga persediaan diupayakan maksimum.

Pengertian Rasio Likuiditas