Speaker Bluetooth JBL Terbaru dengan Lava Lamp

Speaker Bluetooth JBL Terbaru dengan Lava Lamp

Beberapa bulan lalu, saya mencoba speaker dengan lava lamp pada bagian luarnya yang terlihat keren. Pulse 3 terlihat familiar dan memiliki suara dan tampilan yang oke punya. Boleh dibilang, review speaker bluetooth yang satu ini beda dari yang lain.

Pulse 3 memiliki bentuk yang mirip dengan JBL seri Charge, yang sebelumnya sudah pernah saya coba. Bentuknya menyerupai silinder dan bukan kotak, dengan speaker pada kedua ujungnya. Akan tetapi, kebanyakan bodi Pulse 3 memiliki layar LED besar yang menampilkan warna pada musiknya.

Karena bentuknya, speaker ini kelihatan seperti lava lamp ketimbang sebuah speaker portable, tapi warna yang dimilikinya lebih dari sekedar gimmick. Semua orang yang pernah saya perlihatkan bilang speaker ini keren. Anda dapat menggilir opsi warna yang berbeda (atau mematikannya sepenuhnya) melalui tombol di sisinya.

Memang asyik menikmati pemandangan lava lamp-nya, tapi apalah artinya semua itu jika kualitas audinya kurang baik. Saya selalu menyukai kualitas suara dari speaker JBL dan Pulse 3 sepertinya yang terbaik dari yang pernah saya coba. Suaranya memiliki balance yang baik, dengan bass yang kuat dan membuat musik terdengar jadi lebih lengkap.

speaker bluetooth

ketika mendengarkan musik rock klasik atau pop, tidak ada distorsi yang mencolok pada volume tinggi, tetapi Pulse 3 terdengar sangat keras sehingga saya harus menurunkan volumenya. Karena tampilannya yang menarik perhatian, speaker ini sangat cocok diajak kongkow bareng teman-teman. Jangan salah, suaranya terdengar bagus, tetapi jika Anda terbiasa dengan pengaturan audio yang lebih advance, Anda mungkin kecewa.

Berbicara tentang kekecewaan, satu-satunya hal utama yang membuat Pulse 3 mengecewakan saya adalah pengisian ulang. JBL mengatakan speaker ini memiliki daya tahan baterai 12 jam. Saya menyambungkan Pulse 3 sebelum tidur dan baterainya masih belum terisi penuh ketika saya bangun di pagi hari.

Layar yang berwarna juga menghabiskan daya baterai lebih cepat, jadi jika Anda dalam keadaan darurat dan menyadari baterainya sudah hampir habis (ada indikator baterai di sisi speaker), Anda harus mematikannya. Bentuk charger-nya juga terlihat aneh, dengan colokan di tengah adaptor berbentuk persegi. Beruntung Pulse 3 bisa dicas via Micro USB, sehingga kamu dapat menghubungkannya ke power adapter lain.

Saya juga mengalami masalah konektivitas ketika mendengarkan di luar, tetapi semua itu bisa diselesaikan dengan unpairing dan repairing telepon saya ke speaker. Baterai pada saat itu juga rendah, yang mungkin mempengaruhi hal tersebut.

Secara keseluruhan, pengalaman saya dengan Pulse 3 masih positif. Saya sering menguji speaker Bluetooth portable, dan speaker ini adalah yang pertama yang menerima banyak pujian dari teman-teman saya. Lava lamp bekerja sangat baik dan speaker ini pastinya akan saya bawa ketika saya kumpul bareng teman-teman. Siapa bilang speaker bluetooth tidak bisa menyenangkan?