Kanker adalah penyakit yang paling ditakuti. Gaya hidup sehat yang terdiri dari asupan makanan bergizi dan olahraga yang intens dianggap dapat mengurangi risiko penyakit ini.

Namun, tampaknya ada kebiasaan yang dianggap tidak berbahaya, tetapi itu membuat bayangan kanker menjadi lebih jelas. Beberapa kebiasaan terlihat sepele, tetapi ternyata berpengaruh, seperti duduk terlalu lama atau meletakkan telepon di dekat kepala saat tidur.

Baca juga : bali driver, lembongan island tour dan ubud tour

Diringkas dari berbagai sumber, berikut ini ada tujuh kebiasaan sepele yang bisa memicu kanker:

1. Tidur dengan telepon dekat kepala

Ponsel sekarang terlihat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang-orang. Bukan hanya sebagai alat komunikasi, ia juga alat untuk menyelesaikan pekerjaan kantor sampai tugas membesarkan orang untuk tidur sebagai alarm.

Fungsi-fungsi ini membuat ponsel sering tertidur. Ini sebenarnya bukan masalah, tetapi harus menjauhkan ponsel dari kepala. Pada bulan Desember, Departemen Kesehatan Masyarakat California (CDPH) mengeluarkan instruksi untuk meminimalkan energi frekuensi radio dari telepon seluler.

“Kami tahu bahwa langkah-langkah sederhana, seperti menjauhkan telepon dari saku dan meletakkannya di kasur pada malam hari dapat membantu mengurangi paparan terhadap paparan (energi frekuensi radio) dari anak-anak dan orang dewasa,” kata Direktur CDPH, Karen Smith. .

Telepon mentransmisikan frekuensi radio saat mengirim dan menerima sinyal. Beberapa ilmuwan dan lembaga kesehatan percaya ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Menempatkan ponsel dekat dengan kepala memiliki hubungan dengan risiko kanker otak.

2. Duduk terlalu lama

Aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker. Orang disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari. Alice G. Bender, American Cancer Research Institute (AICR) mengatakan aktivitas fisik dapat mengurangi risiko kanker kolorektal, kanker payudara setelah menopause dan kanker endometrium.

Studi juga menunjukkan bahwa orang yang tinggal jarang bergerak cenderung memiliki risiko peradangan, yang jika kronis, dapat meningkatkan risiko kanker. Alice menambahkan bahwa jika aktivitas fisik ini berhenti dalam 30 menit latihan, itu tidak menghasilkan hasil yang positif.

“Anda harus bergerak sepanjang hari, luangkan waktu untuk melakukan peregangan, berjalan, mungkin angkat, sehingga Anda tidak duduk,” kata Alice dikutip oleh Huffington Post.

“Aktivitas fisik dapat membantu menyeimbangkan hormon yang sehat dan tidak sehat, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat di dalam tubuh.”

3. shift kerja malam

Pembagian jam kantor di kantor sering memaksa tubuh untuk menyesuaikan kerja shift malam saja. Pada 2013, sebuah penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal menemukan bahwa kerja shift malam dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Penelitian ini meneliti 2.300 wanita yang sebagian bekerja semalam. Peneliti menemukan bahwa mereka yang berganti malam selama 30 tahun atau lebih memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker.

Para peneliti percaya bahwa tekanan melatonin adalah hubungan terkuat antara kanker dan kerja malam. Namun disamping itu, ada faktor lain yang turut mendukung, termasuk gangguan tidur, gangguan irama tubuh, vitamin D dan gaya hidup.

4. Pakaian binatu

Mencuci wajahmu? Kini banyak layanan binatu yang tersebar dengan mudah dan tidak memakan daya. Namun kebiasaan ini tampaknya memicu kanker. The Enviromental Working Group melaporkan bahwa beberapa label yang digunakan dalam cucian mengandung bahan kimia berbahaya, 1,4-dioksan. Zat ini bisa memicu kanker.

Dalam penelitian sebelumnya, hewan yang terpapar zat-zat ini memiliki kanker hati yang lebih tinggi daripada yang tidak terpapar.

5. Tidur di televisi

Tidur sendiri ditambah suasana tenang terkadang membuat tidur menjadi sulit. Orang terkadang mengalahkan situasi ini dengan menyalakan televisi. Namun kebiasaan ini tampaknya ‘haram’ dilakukan.

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan cahaya buatan ini terkait dengan kanker payudara dan kanker prostat. Alasannya adalah bahwa cahaya buatan ini mengganggu melatonin, hormon yang membuat seseorang tidur.

6. Minum minuman dengan pemanis

Penggunaan minuman manis seperti soda, teh kemasan, dan limun dapat meningkatkan risiko kanker endometrium. Menurut Alice, minuman jenis ini membuat gula darah dan kadar insulin meningkat. Kondisi insulin tingkat tinggi yang kondusif untuk pengembangan sel-sel kanker endometrium.

Namun bukan berarti orang benar-benar tidak dapat menggunakan minuman manis. Alice merekomendasikan untuk sedikit digunakan, seperti minum teh dengan gula.

6 Kebiasaan Yang Menurut Anda Sepele Namun Bisa Menyebabkan Kanker