Di Indonesia beberapa tahun belakangan ini telah berkembang cukup pesat konstruksi baja. Hampir semua pengusaha property beralih dari yang dulu selalu menggunakan kayu menjadi baja. Yang menjadi faktor pendorong penggunaan material beton yang cukup banyak adalah semakin jarangnya kayu sehingga harganya menjadi melonjak tajam. Tentu saja penggunaan baja dapat mengurangi penebangan hutan yang saat ini menjadi permasalahan di Indonesia, semakin sedikitnya hutan yang dimiliki Indonesia menyebabkan banyak terjadi bencana alam.

Penggunaan baja oleh para pelaku property karena diakui memiliki banyak keunggulan. Apa sajakah keunggulannya?

Pertama, karakter material baja yang kuat serta fleksibel. Sifatnya yang fleksibel membuat logam ini mudah untuk dibentuk. Material baja sangat cocok untuk keperluan pembangunan konstruksi yang cukup rumit sekalipun, seperti bangunan rumah tinggal dengan desain rumit, gedung-gedung, jembatan, pergudangan dan bangunan lainnya.

Kedua, keunggulan lainnya adalah aplikasinya yang cukup mudan dan cepat sehingga akan menghemat waktu pengerjaan (efisien waktu).

Ketiga, material baja mudah sekali untuk dibongkar pasang. Sehingga ketika konstruksi dinilai tidak sesuai dengan desain yang diinginkan makan dapat dibongkar dan diperbaiki seperti yang diinginkan tanpa merusak material baja.

Keempat, keunggulan yang keempat dari material baja adalah nilai jualnya yang tinggi. Berbeda dengan material lainnya seperti besi, material baja memiliki nilai jual yang cukup tinggi sekalipun kondisi baja bekas ketika dijual dan tidak semulus material baru. Ini dikarenakan material baja dapat didaur ulang dan hasil dari daur ulang baja akan sama seperti material baja baru.

Kelima, keunggulan dari material baja lain yaitu daya tahan, material baja dikenal dengan material logam yang memiliki ketahanan yang cukup lama. Baja cukup tahan lama dari serangan korosi dan konstruksi yang terbuat dari sebagian besar material baja akan lebih tahan lama sampai puluhan tahun.

Material baja cukup mudah didapatkan di Indonesia karena Indonesia kaya akan tambang besi dan baja. Dibandingkan kayu yang saat ini sulit didapat, suplai baja khususnya baja ringan saat ini jauh lebih banyak. Dengan menggunakan material baja yang diperuntukkan pada konstruksi bangunan secara tidak langsung mengajarkan kepada kita untuk pembangunan yang ramah akan lingkungan alias go green.

Selain memiliki kelebihan, material baja juga memiliki beberapa kelemahan-kelaman sebagai berikut:

Biaya pemeilharaan, meskipun lebih kuat dari material besi terhadap korosi, material baju juga rentan korosi yang bila dibiarkan terkontaminsasi dengan udara dan air, sehingga perlu dilakukan pemeliharaan seperti dicat secara periodik.

Biaya perlindungan terhadap kebakaran, meskipun baja tahan akan kebakaran namun kekuatannya akan menurun drastis bila terjadi kebakaran. Selain itu material baja juga merupakan kondusktor panas yang cukup baik sehingga akan memicu kebakaran pada komponen lain. Alhasil, hal-hal yang memiliki kemungkinan kebakaran yang cukup tinggi perlu diberi pelindung. Daya tahan material baja terhadap api dipersyaratkan dalam pasal 14 SNI 03-1729-2002.

Rentan terhadap buckling, semakin secara langsung suatu elemen tekan, maka semakin besar bahaya terhadap buckling (tekuk). Material baja memiliki kekuatan yang cukup tinggi per satuan berat dan apabila digunakan sebagai kolom seringkali kurang ekonomis karena banyaknya material yang perlu digunakan untuk memperkuat kolom terhadap tekut atau buckling.

Keruntuhan getas, dalam kondisi tertentu baja akan kehilangan daktilitasnya dan keruntuhan getas bisa terjadi pada lokasi dengan konsentrasi tegangan tinggi.

Itulah beberapa informasi mengenai konstruksi baja yang akhir-akhir ini menjadi daya tarik para pelaku property di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Kelebihan Menggunakan Konstruksi Baja